UPAYA DALAM MENJAGA TAUHID
Kamis 5 Des
2024
--------------------------------
Koran Pagi
kubaca
Sabar Senyim
Berdoa
-----------------------------------
🦉🦉🦉🦉🦉🦉🦉🦉
Assalamualaikum
warahmatullahi wabarokaatuh
Semangat
Subuh
UPAYA DALAM
MENJAGA TAUHID
Mengingat
betapa tinggi dan agungnya tauhid maka penting bagi kita untuk menjaganya, dan
mengingat bahwa kita sekarang ini berada di zaman modern di mana kesyirikan dan
kemungkaran sudah merajalela di mana-mana sehingga dapat menodai tauhid kita.
Berikut adalah
cara-cara yang dapat dilakukan dalam menjaga tauhid:
1.
Menjauhi Kesyirikan
Syirik
merupakan dosa paling besar dan paling berbahaya karena dapat membatalkan
keislaman seseorang serta dosa yang tidak akan diampuni oleh Allah. Hal ini
juga tercantum dalam surat An-Nisa ayat 48 dan 116 yang artinya:
“Sesungguhnya
Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang
selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS An Nisa: 48).
Melihat
besarnya dosa ini, sudah sepantasnya bagi kita seorang muslim untuk khawatir
akan terjerumus ke dalam dosa ini. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah
menjauhi kepercayaan pada sesuatu yang bertentangan dengan sunnatullah dan
berbau supranatural.
Misalnya
saja mempercayai ramalan bintang, pergi ke dukun untuk meminta pertolongan,
atau mempelajari ilmu sihir yang bisa mencelakakan atau membahayakan manusia.
Adapun cara lain yang dapat dilakukan adalah menjauhi sifat riya. Riya adalah
amalan yang dikerjakan oleh seseorang untuk mencari kedudukan di hati seorang
manusia dengan memperlihatkan amal kebaikan, baik dengan amal shaleh yang
nampak maupun amal shaleh yang samar.
Rasulullah ﷺ
menyebutkan bahwa sifat ini termasuk syirik kecil dan menjerumuskan seseorang
menuju syirik besar. Karena itulah, penting menjauhi sifat ini. Rasulullah
mengajarkan kita sebuah doa yang dapat menjauhkan kita dari kesyirikan.
اللَّهُمَّ إِنِّي
أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ
“Ya Allah,
sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik kepada-Mu
(menyekutukan Allah) di saat aku mengetahui dan aku memohon ampunan dari syirik
kepada-Mu (riya) di saat aku tidak mengetahui.”
2.
Takut Hanya pada Allah
Rasa takut
kepada Allah merupakan salah satu sifat yang harus dipegang teguh karena
merupakan elemen penting dalam merealisasikan sekaligus menjaga tauhid. Allah
memerintahkan manusia agar takut kepada-Nya dan melarang takut kepada
selain-Nya.
”Karena itu
janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah
kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit“. (QS Al-Maidah: 44)
Rasa takut
yang dimaksud dalam hal ini adalah rasa takut terhadap azab Allah akibat
melakukan perbuatan haram atau meninggalkan kewajiban, serta takut jika Allah
tidak menerima amalan shalehnya. Dengan rasa takut ini, jiwa akan terhalau dari
hal-hal yang diharamkan dan bergegas melakukan kebaikan.
3. Bertawakal pada Allah
Tawakal
artinya berserah diri pada Allah, tidak bergantung kepada selain-Nya. Kita
sebagai manusia hanya dapat berusaha, sedangkan yang menentukan hasilnya adalah
Allah. Karena itu, kita harus berserah diri dan memohon pertolongan kepada-Nya.
Allah ﷻ berfirman yang artinya:
“Hai Nabi,
cukuplah Allah menjadi Pelindung bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang
mengikutimu.” (Qs Al-Anfal: 64).
Demikian
ketiga cara tersebut, semoga dengan kita mengamalkannya kita dapat menjadi
hamba yang diridhai Allah ﷻ. Amiiin
Wallahu alam
Selamat
menunaikan sholat fardhu berjamaah di masjid (bagi laki-laki yang tidak ada
udzur), semoga Allah mengampuni dosa dosa kita dan menerima amal ibadah kita
aamiin ya rabbal'alamiin
